Drama Mengejar Orang Yang Kasih Utang

Lazimnya orang yang memberi utang akan getol menagih utang pada orang yang diberi pinjaman. Si punya utang akan mengelak dengan berbagai alasan karena belum bisa mengembalikan uang pinjaman. Alasannya bisa karena memang belum punya uang, lantaran pemasukan terpakai untuk pemenuhan kebutuhan primer. Atau tak bisa bayar karena uang yang ada disayang-sayang–bukannya untuk bayar utang–tapi malah buat beli atau belanja kebutuhan yang bisa ditunda.

Namun kasus saya ini sedikit berbeda. Saya yang punya utang harus mengejar seorang teman yang pernah memberi saya tumpangan pinjaman. Bentuknya memang enggak sederhana pinjam meminjam uang sih, melainkan transaksi jasa yang saya berikan tahun 2012 silam. Tahun itu saya menerjemahkan lagu karangan seorang pengarang dari Malaysia. Uang dibayar dengan teratur. Sampai di akhir proyek, harga paket dibayarkan untuk dua lagu sekaligus.

P_20200331_074201_vHDR_On_1

Nah, masalahnya saya belum menuntaskan penerjemahan lagu itu karena si empunya tak kunjung mengirimkan materi lirik yang harus saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris. Hingga kini saya kejar dan tanyakan, baik email atau chat Facebook, juga chat Yahoo Messenger. Namun tak kunjung ada jawaban atau tanggapan dari pengarang jiran itu. Ya gimana dong kalau gini? Jadi bingung punya utang yang ingin dilunasi tapi bentuknya jasa. Ada saran?

One thought on “Drama Mengejar Orang Yang Kasih Utang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s